PRODI INFORMATIKA FTKOM UNCP WORKSHOP PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA, APA TARGET DAN LUARANNYA?

Minggu, 27 Okt 2019, 17:18:58 WIB - 91 View
PRODI INFORMATIKA FTKOM UNCP WORKSHOP PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA, APA TARGET DAN LUARANNYA?

UNCP-Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan KEMENRISTEKDIKTI mewadahi aktivitas mahasiswa yang tertuang dalam bentuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Melalui PKM diharapkan dapat menumbuhkan inovasi dan kreativitas mahasiswa Indonesia dalam mengatasi persoalan-persoalan bangsa. Mahasiswa dituntut berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan yang ada di sekitarnya.

Program Studi Informatika Fakultas Teknik Komputer Universitas Cokroaminoto Palopo merespon hal tersebut dengan melakukan kegiatan workshop PKM prodi Informatika tahun 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula C kampus 1 UNCP tanggal 26 Oktober 2019. Adapun tema workshop adalah Akselerasi Visi Program Studi Informatika ‘Unggul dan Berkarakter Secara Nasional’ Melalui PKM. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bapak Rektor UNCP Prof. Drs. Hanafie Mahtika, M.S. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi kepada program studi informatika FTKOM UNCP yang melaksanakan kegiatan workshop PKM serta beliau juga memberikan arahan kepada mahasiswa agar bersemangat mengikuti seluruh agenda kegiatan workshop.     

Target yang ingin dicapai dalam workshop ini adalah 1) Meningkatkan pemahaman dan kemampuan mahasiswa dalam membuat sebuah proposal PKM, 2) Terjadi transfer informasi  antara mahasiswa maupun dosen mengenai pelaksanaan PKM, format, dan jadwal kegiatan. 3) Setelah melalui pelatihan ini diharapkan permasalahan-permasalahan yang dialami oleh mahasisa dalam hal menulis proposal PKM dapat diselesaikan dengan baik dan menghasilkan karya yang akan diusulkan kedepan.

Tahap pelaksanaan pelatihan dibagi atas 2 sesi. Pertama, pemberian materi tentang hal-hal yang berkaitan dengan PKM. Materi pelatihan dibuat berdasarkan hasil diskusi dengan panitia dan pemateri. Kedua, melakukan proses pendampingan pembuatan PKM.

Pada materi pertama, para mahasiswa diberikan pemahaman mengenai metode ilmiah dan bagaimana cara mengembangkan sebuah ide atau gagasan yang dibawakan oleh Abdul Zahir, S.Pd., M.Pd. dalam paparannya, pemateri membangkitkan motivasi mahasiswa untuk menulis dan melatih mahasiswa untuk peka melihat permasalahan yang ada di sekitarnya.

Materi kedua dibawakan oleh Andi Jumardi S.Pd., M.Pd mengenai PKM Penelitian (PKM-P), PKM Pengabdian Masyarakat (PKM-M), dan PKM Kewirausahaan (PKM-K). Beliau menyampaikan berbagai tips dan trik untuk lolos seleksi PKM dan PIMNAS. Materi ketiga mengenai PKM Teknologi (PKM-T) dan PKM Karsa Cipta (PKM-KC) yang dibawakan oleh Andi Rosman N, S.Si., M.Si. Dalam pemaparannya pemateri menjelaskan karakteristik dari kedua jenis PKM tersebut dan substansinya  yang kemudian membedakannya dengan jenis PKM lainnya. Selanjutnya materi keempat oleh Safwan Kasma, S.Kom., M.Pd yang memaparkan PKM Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK). Jenis PKM ini berbeda dengan yang lainnya karena PKM-GFK ide dan gagasan dituangkan dalam bentuk video yang kemudian diupload di youtube. Pemateri menyampaikan tips dan trik bagaimana membuat sebuah video atau multimedia yang baik. Materi terakhir adalah PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT) dan PKM Artikel Ilmiah (PKM-AI) yang dibawakan kembali Abdul Zahir S.Pd., M.Pd. 

Materi terakhir yaitu proses pendampingan. Pada materi ini mahasiswa dibagi menjadi 4 kelompok. Tiap kelompok akan dipandu oleh dosen yang bertugas untuk mengarahkan jalannya proses pendampingan. Bagian ini akan dilakukan brainstorming pada setiap mahasiswa untuk menggali lebih dalam mengenai ide, masalah dan solusi yang ditawarkan.

Luaran dari sesi pendampingan ini adalah tiap mahasiswa sudah mampu untuk menuangkan ide kreatifnya dalam bentuk draft. Setelah kegiatan pelatihan dilakukan selama sehari langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti kembali ide kreatif mahasiswa agar dapat menjadi proposal yang siap kirim. Untuk itu, tim pengabdian melakukan proses pendampingan dan bimbingan secara informal. Proses, waktu dan tempat bimbingan dibuat secara fleksibel tergantung kesepakatan antara dosen pembimbing dan mahasiwa.